Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampingi Prabowo, AHY: Proyek RDMP Komitmen Pemerintah Bangun Kemandirian Energi
Advertisement . Scroll to see content

RDMP Balikpapan Resmi Beroperasi, SPBU Swasta Beli Solar dari Pertamina

Rabu, 06 Mei 2026 - 16:17:00 WIB
RDMP Balikpapan Resmi Beroperasi, SPBU Swasta Beli Solar dari Pertamina
RDMP Balikpapan. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut SPBU swasta mulai membeli solar melalui PT Pertamina (Persero). Hal ini menyusul beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, kebijakan ini mampu menghentikan impor solar untuk produk CN 48 dan CN 51 mulai kuartal II 2026. Sebab, kedua produk ini sudah mampu diproduksi di dalam negeri melalui RDMP Balikpapan.

"(Sekarang) Sudah jalan, sebenarnya kan sejak diumumkan, itu sudah dilakukan pertemuan dan kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada, coba saja tanya," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Laode menambahkan, produk solar yang dibeli di kilang dalam negeri dari Pertamina merupakan produk CN48. Kementerian ESDM menegaskan, mulai April 2026 pasokan solar di SPBU dipenuhi dari kilang minyak Pertamina, dan impor hanya diperbolehkan hingga Maret 2026.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pada tahun ini Indonesia tidak lagi mengimpor solar.  

Pengoperasian RDMP Balikpapan ini menambah produksi solar, avtur, dan tambahan sedikit elpiji. Sementara untuk produksi bensin, nafta blok, baru akan beroperasi pada Juni 2026 mendatang. Kedua kilang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, seiring upaya pemerintah menurunkan impor BBM.

"Ke depan kita akan impor crude saja, kalau ini kita mampu lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis dan setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang importir," ujar Bahlil saat peresmian Kilang RDMP Balikpapan (12/1/2026).

Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS. Dari total tersebut, 4,3 miliar dolar AS berasal dari ekuitas, sedangkan 3,1 miliar dolar AS diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA). 

Proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional, karena akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang sebanyak 100.000 barel per hari. Sehingga kapasitas pengolahan menjadi 360.000 barel per hari.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut