RDMP Balikpapan Diresmikan Hari Ini, Tekan Ketergantungan Impor BBM
JAKARTA, iNews.id - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
Laode menegaskan, ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada kemampuan negara mengelola, mengolah, dan mengendalikan pemenuhan energi bagi kebutuhan domestik. Di tengah ketergantungan impor BBM, penguatan kilang nasional menjadi kebijakan yang tidak terelakkan.
Menurutnya, RDMP Balikpapan mencerminkan fokus kebijakan hilirisasi migas yang dijalankan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan kepemimpinan Kementerian ESDM. Kebijakan ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya butir 2 terkait kemandirian energi dan butir 5 mengenai kelanjutan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
"RDMP Balikpapan menandai bagaimana negara, melalui arahan Presiden dan kepemimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memfokuskan kebijakan hilirisasi migas secara nyata untuk memperkuat kedaulatan energi nasional," kata Laode dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Laode menyebut, Senin hari ini menjadi momen bersejarah bagi kedaulatan energi Indonesia. Pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas terintegrasi RDMP Balikpapan yang mencakup peningkatan kapasitas kilang dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.