Reaksi Megawati Ketika Didorong untuk Mencalonkan Diri Jadi Calon Presiden

Rakhmatulloh ยท Kamis, 03 September 2020 - 08:44 WIB
Reaksi Megawati Ketika Didorong untuk Mencalonkan Diri Jadi Calon Presiden

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan arahan kepada pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP. (Foto: SINDOnews/Abdul Rochim)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, hingga saat ini masih saja ada yang mendorong atau memanas-manasi dirinya untuk maju pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Namun, Mega mengaku, dorongan itu hanya sebatas guyon.

Presiden ke-5 RI ini mengatakan, prinsip yang harus dipegang teguh yakni kepentingan negara dan bangsa lebih utama ketimbang ambisi pribadi. "Ada yang bilang, ibu, kenapa ibu enggak mau jadi presiden lagi? Saya hanya ketawa-ketawa saja. Enak saja kamu manas-manasin saya. Karena itulah, kita harus meluruhkan yang namanya keinginan pribadi kita di partai politik itu," ujarnya.

Hal itu disampaikan Mega saat memberikan arahan pada pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah gelombang V menuju Pilkada Serentak 2020 melalui telekonferensi, di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Menurut Mega, kondisi yang demikian juga berlaku dalam rekomendasi partai terkait calon kepala daerah. Baginya, rekomendasi yang diberikan semata-mata ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Boleh saja marah secara pribadi kepada saya, tetapi jangan saya sebagai ketua umum karena saya dijadikan ketua umum itu oleh kalian dalam sebuah institusi tertinggi partai yang namanya kongres partai. Kalian semua mengikuti, kita secara demokratis tetapi terpimpin," tuturnya.

Mega juga mencontohkan saat dirinya memberikan rekomendasi kepada Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014. Putri Proklamator RI Bung Karno ini melihat pria yang akrab disapa Jokowi itu sebagai orang yang tepat untuk memajukan Indonesia. Menurut Mega, hal itu tepat.

"Insyaallah pilihan saya karena saya mencarinya dengan hati yang bersih, bukan secara pragmatis. Melihat Pak Jokowi itu kalau dipikirkan dulu dibilang siapa Jokowi. Orang bilang itu hanya kan insinyur, pengusaha furniture," ujarnya.

"Tetapi kan itulah yang saya katakan, saya tidak akan sembarangan mencari orang. Bukan demi Pak Jokowi seperti sekarang, tapi demi pemimpin bangsa ini dapat membawa arah perjuangan yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Mega.

Editor : Djibril Muhammad