Rekam Jejak Pollycarpus pada Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

Fahreza Rizky ยท Sabtu, 17 Oktober 2020 - 23:19 WIB
Rekam Jejak Pollycarpus pada Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

Foto Pollycarpus Budihari Priyanto, mantan terpindana kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. (ftoto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Pollycarpus Budihari Priyanto meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Saat masih hidup, Pollycarpus pernah dipenjara dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Pollycarpus lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 26 Januari 1951. Saat ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus menjabat pilot senior maskapai plat merah Garuda Indonesia.

Pada 19 Maret 2005 ia ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik dengan lebih dari 100 pertanyaan. Pembunuhan Munir diduga dilakukan dengan cara memberi racun pada makanan korban.

Penyidik menduga Polly bukanlah tersangka utama pada kasus ini, melainkan berperan sebagai fasilitator. Saat peristiwa itu terjadi Polly sedang tak bertugas, tetapi berada dalam pesawat yang sama dengan Munir.

Kursi yang kemudian diduduki Munir adalah kursi yang sebenarnya untuk Pollycarpus, tetapi ia menawarkan penggantian tempat duduk dengan Munir. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penangkapannya.

Pada 1 Desember 2005, jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menuntutnya hukuman penjara seumur hidup karena terbukti terlibat dan merencanakan pembunuhan Munir, tetapi ternyata ia divonis hukuman penjara selama 14 tahun oleh majelis hakim.

Setelah mendapatkan sejumlah pemotongan hukuman, Polly dinyatakan bebas murni pada Agustus 2018. Namun sebelumnya ia mendapatkan bebas bersyarat pada November 2014. Di berbagai kesempatan Pollycarpus masih yakin bahwa dirinya tidak bersalah atas kasus pembunuhan Munir.

Editor : Arif Budiwinarto