Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Sebut Negara Lain Kiamat jika RI Setop Ekspor Sawit: Lebih Dahsyat dari Bom Atom
Advertisement . Scroll to see content

RI-China Perkuat Kerja Sama Sektor Pertanian, Kembangkan Bawang Putih hingga Durian

Selasa, 03 November 2026 - 13:29:00 WIB
RI-China Perkuat Kerja Sama Sektor Pertanian, Kembangkan Bawang Putih hingga Durian
Pertemuan bilateral Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian China, Zhang Zhu, di Beijing, China. (Foto: Dok. Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia dan China sepakat memperkuat kerja sama di sektor pertanian, mulai dari pengembangan bawang putih, kelapa, kopi, hingga durian. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri, memperkuat eksporkomoditas unggulan, serta menarik investasi industri pengolahan ke Indonesia.

Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan bilateral Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian China, Zhang Zhu, di Beijing. Kedua negara menjajaki sejumlah peluang kerja sama untuk memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Amran menegaskan, kerja sama tersebut harus memberikan manfaat konkret bagi sektor pertanian Indonesia. Selain menjaga kelancaran pasokan komoditas yang masih dibutuhkan dari luar negeri, Indonesia juga ingin meningkatkan produksi domestik dan memperbesar ekspor produk unggulan ke China.

"Kita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok," ucap Amran dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir. Kolaborasi yang diusulkan mencakup penyediaan benih, teknologi budi daya, alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan klaster produksi bawang putih di Indonesia.

Kerja sama ini dinilai penting mengingat sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari China. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah ingin memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

"Kita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia," tuturnya.

Selain bawang putih, pemerintah juga mendorong pengembangan klaster komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa, kopi, dan durian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Di bidang investasi, Amran menawarkan peluang bagi perusahaan China untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan antara lain industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.

“Lahannya sudah siap, legalitasnya juga disiapkan. Investor tinggal datang. Kita ingin membangun industri pengolahan, seperti pabrik kelapa dan rumput laut, sehingga sumber daya yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” ucapnya.

Kerja sama kedua negara juga diarahkan pada transfer teknologi pertanian modern. Amran mendorong kolaborasi dalam mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Menanggapi usulan tersebut, Zhang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. China siap memperdalam pembahasan teknis, terutama mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, dan aspek budi daya lainnya.

"Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara," ucap Zhang.

Untuk komoditas kopi, kakao, dan kelapa sawit, Zhang menyampaikan China akan mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group guna membahas peluang kerja sama lebih lanjut. China juga menawarkan kolaborasi penelitian dan pemanfaatan teknologi, termasuk drone, robot pertanian, serta AI.

Selain itu, China menyatakan kesiapan untuk mengorganisasikan delegasi perusahaan guna menjajaki peluang investasi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Amran turut mengusulkan peningkatan kerja sama perdagangan produk susu. Hal ini mengingat kebutuhan susu Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton per tahun.

Dia juga mengusulkan penelitian gandum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang hingga kini masih bergantung pada impor.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut