RI Terbitkan Panda Bond Rp18,4 Triliun, Purbaya: untuk Tutup Defisit APBN
Menurutnya, pasar keuangan China menyimpan potensi yang amat besar lantaran kapasitas daya serap investornya yang kokoh.
Purbaya menyoroti bahwasanya meskipun porsi kepemilikan obligasi dolar AS oleh investor China terus menyusut, likuiditas pasar domestik mereka tetap melimpah.
"Dulu mereka punya dolar denominated bond Amerika itu sampai 3 triliun dolar AS. Sekarang sudah turun signifikan. Jadi daya serap di sana masih amat kuat," ucapnya.
Selain mendukung ketahanan fiskal, pemerintah memanfaatkan penerbitan Panda Bond sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT).
Purbaya menjelaskan, sistem LCT memungkinkan penyelesaian transaksi menggunakan mata uang yuan dan rupiah, sehingga tekanan terhadap dolar AS dapat diredam.