Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selain Indra Kenz, Polisi Periksa 1 Afiliator Lagi terkait Dugaan Penipuan Binomo
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Mahasiswa Diduga Menjadi Korban Penipuan Agen Pelajar ke China

Jumat, 13 April 2018 - 22:39:00 WIB
Ribuan Mahasiswa Diduga Menjadi Korban Penipuan Agen Pelajar ke China
Menristekdikti Mohamad Nasir. (Foto: Koran SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ribuan mahasiswa di China dikabarkan telah menjadi korban penipuan dari agen penyalur pelajar ke negara tersebut. Informasi itu terungkap dalam pertemuan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) di Beijing.

Menristekdikti mengaku terkejut mendengarkan laporan banyaknya mahasiswa Indonesia tertipu oleh agen penyalur pelajar ke China. Menurut data PPIT, dari 14.000 pelajar asal Indonesia di China, sebagian besar merupakan korban penipuan agen. Di sana, mereka tidak diberi beasiswa sehingga harus berupaya keras agar tetap kuliah dan bertahan hidup.

"Saya belum pernah mendengarkan (laporan) ini sebelumnya," katanya saat bertemu para pelajar Indonesia di Aula Kedutaan Besar RI di Beijing, Jumat (13/4/2018) malam.

Mohamad Nasir meminta para mahasiswa yang menjadi korban penipuan untuk melaporkan nama-nama agen untuk ditindak lebih lanjut. Menurut dia, agen ilegal harus dibersihkan karena merugikan orang lain. Dia juga meminta para mahasiswa Indonesia yang menjadi korban penipuan segera melapor kepada pihak kepolisian. "Biar polisi nanti yang tangkap karena di tempat saya tidak ada izin ke luar negeri melalui agen. Semua melalui lembaga yang disahkan oleh kementerian," ujarnya.

Saat bertemu dengan Menristekdikti di KBRI Beijing, Ketua PPIT Bagus Ari Haryo Anugrah melaporkan praktik penipuan agen penyalur pelajar ke China memakan ribuan korban dari kalangan pelajar. "Dari 14.000 pelajar Indonesia di Tiongkok, sebagian besar merupakan korban penipuan agen," katanya saat mendapatkan kesempatan mengajukan pertanyaan kepada Menristekdikti.

Menurut dia, agen-agen tersebut mendatangi calon korban ke daerah-daerah di Indonesia untuk menawari beasiswa di sejumlah perguruan tinggi di China. "Setelah sampai di sini, ternyata kami-kami ini tidak mendapatkan beasiswa, padahal sudah telanjur sekolah. Bahkan, ada di antara kami yang harus menjual tanah dan sawah orang tuanya di kampung agar bisa membayar utang ke kampus," kata mahasiswa kedokteran di Capital Medical University, Beijing.

Mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengaku menjadi korban agen dari China yang bekerja sama dengan oknum instansi pemerintahan di Indonesia. Sejauh ini para korban tidak berdaya dan tetap melanjutkan pendidikannya di sejumlah perguruan tinggi di China dengan terpaksa menggunakan biaya sendiri dari keluarganya di Indonesia.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut