Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Halodoc Andalkan AI untuk Percepat Layanan Dokter dan Pasien
Advertisement . Scroll to see content

Roy Suryo Desak KPU Buat Aturan soal Kampanye Pilkada 2020 via Teknologi

Selasa, 07 Juli 2020 - 06:46:00 WIB
Roy Suryo Desak KPU Buat Aturan soal Kampanye Pilkada 2020 via Teknologi
Pakar teknologi informasi, Roy Suryo. (Foto: Sindo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pakar teknologi informasi, Roy Suryo mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat aturan mengenai kampanye Pilkada 2020 tidak dilakukan secara langsung atau lewat via daring (online) yakni dengan memanfaatkan teknologi. Usulan tersebut terkait kondisi saat ini di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

Mantan politikus Partai Demokrat ini khawatir, tahapan yang dilakukan dengan menghadirkan orang banyak bisa berpotensi terjadi penularan Covid-19. "Ini kalau boleh saya sarankan, atau saya desak Pak Arief, (tahapan kampanye Pilkada 2020) manfaatkan teknologi informasi," kata Roy.

Dia menyampaikan hal itu dalam diskusi bertajuk 'Pemilu di masa pandemi' yang digelar Gugus Tugas Covid-19, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/7/2020). Roy menyebut meskipun tahapan kampanye dibatasi, bahkan dilarang sekalipun, tetap saja akan berpeluang besar menimbulkan keramaian dari para pendukung calon kepala daerah.

Kondisi tersebut, menurut dia, terlihat saat masih berkarir di dunia politik. "Ini pengalaman saya 15 tahun di politik, meski saya sekarang sudah bebas, sudah non-partisan, itu selalu ada timses datang ke tempat itu. Menurut saya tahapan kampanye harus dilakukan secara itu (virtual)," ujarnya.

Berbeda halnya jika dengan pemungutan suara. Roy memandang tahapan ini belum bisa dilaksanakan dengan menggunakan tekhnologi karena, kebanyakan masyarakat belum percaya dengan sistem demokrasi berbasis IT.

"Saya percaya kalau pas coblosan dengan protokol yang ketat itu bisa. Tapi soal campaign, saya mohon maaf kalau menginginkan, kalau saya sarankan semua sama saja Pak Arief, supaya tidak ada," katanya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut