Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jaksa Panggil Jokowi ke Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ajudan: Insyaallah Kami Datang
Advertisement . Scroll to see content

Roy Suryo soal Jaksa Panggil Jokowi ke Sidang: Sangat Ditunggu-tunggu Seluruh Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:29:00 WIB
Roy Suryo soal Jaksa Panggil Jokowi ke Sidang: Sangat Ditunggu-tunggu Seluruh Masyarakat
Terdakwa kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengapresiasi sikap majelis hakim PN Jaktim yang dianggap proaktif dalam menghadirkan Jokowi ke persidangan. (Foto: Danandaya Arya Putra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memanggil Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan tudingan ijazah palsu dengan terdakwaRoy Suryo. Jokowi dijadwalkan hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (5/10/2026).

Merespons kehadiran Jokowi, Roy mengapresiasi sikap majelis hakim PN Jaktim yang dianggap proaktif dalam menghadirkan Jokowi ke persidangan. Menurutnya, kehadiran Jokowi ke ruang sidang juga sangat dinantikan seluruh rakyat Indonesia.

"Sangat ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Indonesia karena kami sudah terus mengingatkan agar dihadirkan satu, ijazah yang disebut-sebut asli ijazah; yang kedua, dihadirkan orang yang didaftar saksi itu nomor satu, yaitu Joko Widodo," ucap Roy usai persidangan di PN Jaktim, Rabu (28/10/2026).

"Poin penting saya kira ini semua ditunggu oleh semua semua apa, teman-teman, termasuk semua media dan rakyat Indonesia," tuturnya.

Dia juga mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi Presiden ke-7 RI tersebut di ruang sidang.

"Ga ada lah (persiapan khusus), biasa, memang Jokowi siapa," kata dia.

Sementara itu, Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun mengaku akan mewaspadai sebuah startegi dalam persidangan yang akan merugikan pihaknya. Salah satunya, mengantisipasi berbagai ganguan dalam persidangan yang berupaya memecah konsentrasi ketika mencecar pertanyaan kepada Jokowi.

"Misalnya ya, hakimnya kemudian karena ada perasaan tidak enak ini mantan kepala negara, lalu
membatasi waktu misalnya. Kemudian jaksa atau penuntut umum mengganggu. Nah, strategi ini sengaja dibuat agar kemudian kita kehilangan konsentrasi untuk bertanya," kata Refly.

Karena itu, pihaknya akan menyiapkan daftar pertanyaan secara matang agar persidangan dapat berjalan lancar.

"Karena itu ini tantangan bagi kita untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, terutama pertanyaan-pertanyaan apa saja yang harus kita tanyakan dan itu preset, ya, memang well-prepared. Itu aja," ucap Refly.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut