RSUP Persahabatan Rawat 15 Pasien Positif Virus Korona dan 8 PDP

Riezky Maulana ยท Selasa, 17 Maret 2020 - 16:56:00 WIB
RSUP Persahabatan Rawat 15 Pasien Positif Virus Korona dan 8 PDP
RSUP Persahabatan. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Sebanyak 23 pasien terkait dengan virus korona (COVID-19) masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur. Data tersebut didapat berdasarkan paparan video conference yang dibuat oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Persahabatan, Rita Rogayah, hari ini.

Dia mengatakan, 23 pasien tersebut terbagi menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah pasien positif mengidap virus korona sejumlah 15 orang. Semeantara, kelompok yang kedua adalah pasien dalam pengawasan (PDP) delapan orang.

Dari delapan pasien kategori PDP itu, masih ada dua orang yang berada di ruang instalasi gawat darurat (IGD). “Dua pasien masih ada di IGD, termasuk dalam pasien dalam pengawasan itu,” ucapnya dalam cuplikan video, Selasa (17/3/2020).

Dokter spesialis penyakit paru-paru itu mengatakan, dalam dua sampai tiga hari ke depan, RSUP Persahabatan akan menambah jumlah tempat tidur di ruang isolasi. Menurutnya, keputusan itu diambil agar tidak ada pasien yang telantar.

“Banyaknya rujukan yang datang ke kami maka saat ini kami menyiapkan peningkatan jumlah tempat tidur. Dari 24 tempat tidur akan kami tingkatkan, dalam dua tiga hari ini menjadi 50 tempat tidur,” ujarnya.

Berdasarkan data di situs resmi Tim Tanggap COVID-19 Jakarta, corona.jakarta.go.id, Selasa (17/3/2020) pukul 13.00 WIB, hingga saat ini total ada 356 PDP di Jakarta. Sebanyak 165 pasien lainnya atau 46 persen telah dipulangkan dalam kondisi sehat.

Sementara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memantau sebanyak 292 orang dalam pemantauan (ODP) dari total 835 yang telah dipantau. Ada 543 orang atau 65 persen telah selesai dipantau.

Terbaru, pemerintah telah mengonfirmasi tambahan pasien positif virus korona sebanyak 38 orang. Dengan demikian hingga hari ini, Selasa (17/3/2020) jumlah total pasien positif korona menjadi 172 orang.

Editor : Ahmad Islamy Jamil