Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perkuat Konektivitas Internet Pasca Gempa NTT, Komdigi Kirim 20 Perangkat Starlink 
Advertisement . Scroll to see content

Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47:00 WIB
Rumah Rusak akibat Gempa NTT Dapat Bantuan hingga Rp30 Juta, Ini Rinciannya
Salah satu rumah di Desa Jegharangga, Nagapanda, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami kerusakan di bagian dinding rumah akibat gempa besar M7,7. (Foto: Dok. BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menuturkan, pemerintah menyiapkan dana stimulan bagi rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang.

"Adapun bantuan rumah rusak; rumah sedang dan rusak berat, ini dibagi atas dua skema. Yang pertama, rusak ringan dan rusak sedang itu disebut dengan skema stimulan," kata Berton dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026).

Untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, pemerintah menyiapkan dana stimulan sebesar Rp30 juta. Sementara itu, pemilik rumah rusak ringan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta.

"Untuk rusak sedang Rp30 juta, sedangkan untuk rusak ringan Rp15 juta," ujarnya.

Berbeda dengan rumah rusak ringan dan sedang, warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat tidak mendapatkan dana stimulan. Pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut dengan menyesuaikan anggaran dan ketentuan yang berlaku.

"Sedangkan untuk rumah rusak berat, akan dibuatkan rumah baru yang tentu nanti sesuai dengan anggaran yang ada dan penganggaran yang tersedia dengan jumlah harga yang sesuai dengan aturan yang ada," ucapnya.

Namun, realisasi bantuan perbaikan maupun pembangunan rumah belum dilakukan. Saat ini penanganan gempa masih berada dalam tahap darurat sehingga pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Kebutuhan tersebut antara lain makanan, tenda pengungsian, selimut, air bersih, serta kebutuhan higienitas dan sanitasi.

"Saat ini kita masih dalam tahap penanganan darurat. Memang tahap darurat ini, seminggu pertama ini maupun minggu kedua, itu lebih mengutamakan kepada pemenuhan kebutuhan dasar," tuturnya.

Meski begitu, pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan telah dilakukan oleh tim di lapangan bersama pemerintah daerah. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan penerima bantuan berdasarkan kategori kerusakan.

Berton menegaskan, data kerusakan rumah yang telah dihimpun masih harus melalui proses verifikasi. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi rumah sekaligus menentukan bantuan yang sesuai dengan ketentuan.

"Pada dasarnya nanti rumah-rumah yang disampaikan tadi itu akan dilakukan verifikasi ya, verifikasi setelah nanti 2-3 minggu lagi verifikasi akan dilakukan dan akan segera dilakukan langkah-langkah selanjutnya," ujar Berton.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut