Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Bocorkan Waktu Rotasi Deputi BI Juda Agung-Wamenkeu Thomas
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Anjlok Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Jelaskan Hal Ini

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:08:00 WIB
Rupiah Anjlok Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Jelaskan Hal Ini
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar (kurs) yang mendekati Rp17.000. Menurutnya, saat ini depresiasi rupiah masih dalam batas yang wajar.

“Kalau pelemahan kan dilihat dari persentase kan sedikit kan dibanding level sebelumnya. Jadi harusnya sistem kita terjaga. Jadi kemungkinan dampak ke ekonomi akan minimum,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah sekitar 2 hingga 3 persen secara year-to-date (ytd) masih sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi. Ia menyoroti fenomena di pasar modal di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan investor dan arus modal asing masih terus mengalir masuk ke Indonesia.

“Yang penting adalah gini, ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat, orang akan melihat ekonomi kita bagus, investor akan balik lagi ke sini termasuk investor asing. Anda lihat pasar modal kan naik kan? Pasar modal nggak mungkin naik kalau nggak ada investor asing atau investor domestik masuk ke sini juga,” tutur dia.

Dari sisi ketersediaan valuta asing, Purbaya memastikan bahwa pasokan dolar AS di pasar domestik masih mencukupi.

“Jadi harusnya kalau lihat dari sisi supply dolar harusnya nggak kekurangan,” tutur dia.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memberikan imbauan tegas kepada para pelaku pasar agar tidak melakukan spekulasi yang berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang cenderung menjauhi nilai fundamentalnya.

Sementara itu, terkait dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama subsidi energi, Purbaya memastikan posisi fiskal masih aman karena kenaikan nilai tukar diimbangi oleh harga minyak dunia yang masih berada di bawah asumsi makro.

“Dolarnya naik berapa sih, nggak jauh beda dengan asumsi APBN kita dan harga minyaknya kan di bawah asumsi APBN. Jadi subsidinya ya gampangnya relatif terkendali selama ini,” kata Purbaya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut