Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Sepekan Anjlok 0,58 Persen, Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Kondisi Global Memanas, Rupiah Diramal Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS Pekan Depan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:00:00 WIB
Kondisi Global Memanas, Rupiah Diramal Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS Pekan Depan
Ilustrasi rupiah diramal melemah ke Rp17.100 per dolar AS. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Rupiah diramal melemah ke Rp17.100 per dolar AS pada pekan depan. Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan sangat fluktuatif akibat akumulasi sentimen global yang memanas.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Ibrahim menyebut jika rupiah mengalami pelemahan pekan depan, target pertama berada di Rp16.920. Namun, risiko pelemahan yang lebih dalam sangat terbuka lebar.

"Pelemahan mata uang rupiah kemungkinan besar ya itu di minggu depan itu di Rp17.100. Artinya apa? Bahwa intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia kemudian kebijakan-kebijakan pemerintah ya ini pun juga belum bisa membuat rupiah ini menguat tajam," ujar Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Minggu (18/1/2026).

Ibrahim mengidentifikasi lima faktor krusial yang akan mendominasi pergerakan pasar pekan depan. Pertama, Uni Eropa mulai menerapkan bea masuk dumping terhadap produk alumina China sebesar 88,7 persen hingga 110,6 persen. Di sisi lain, AS mengancam tarif 20 persen bagi Eropa terkait isu wilayah Greenland.

Kemudian, pemanggilan Jerome Powell oleh Jaksa Agung serta kisruh pemecatan pejabat di lingkaran Donald Trump memperburuk stabilitas internal AS.

Ketegangan Rusia-Ukraina yang meningkat serta situasi di Iran yang kian genting dengan penutupan wilayah udara dan pergerakan kapal induk AS, Abraham Lincoln, ke Timur Tengah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut