Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Senin, 30 Maret 2026 - 16:11:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 22 poin atau sekitar 0,13 persen ke level Rp17.002 per dolar AS pada akhir perdagangan, Senin (30/3/2026). (Foto: Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Dari sentimen domestik, rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran perlu didukung oleh kombinasi kebijakan lain agar efektif menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas. Maka dari itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri tunggal untuk menjaga defisit tetap terkendali, sehingga diperlukan kombinasi kebijakan.

Secara umum, ruang efisiensi anggaran pemerintah masih memadai, namun terbatas dan harus diterapkan secara selektif. Ruang efisiensi realistis hanya berasal dari belanja non-prioritas, mengingat struktur belanja yang makin ketat terutama untuk subsidi energi, belanja pegawai, dan bunga utang. 

Pelaksanaan efisiensi anggaran pun perlu dipastikan tetap memenuhi syarat kualitas belanja, sehingga perannya tidak hanya sekadar penghematan.

Indikator utama yang dapat diperhatikan untuk menilai efektivitas pemangkasan anggaran mencakup peningkatan dampak program terhadap anggaran, perbaikan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pergeseran ke belanja produktif, serta stabilnya indikator makro seperti pertumbuhan di atas 5 persen dan inflasi terkendali.

Selain itu, penyerapan anggaran yang lebih merata sepanjang tahun juga menjadi sinyal penting. Jika efisiensi hanya menghasilkan underspending tanpa peningkatan output, maka dampaknya justru kontraktif bagi ekonomi.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.000-Rp17.040 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut