Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.550 per Dolar AS Pekan Depan, Ini Sentimennya
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok! Rp17.394 per Dolar AS

Senin, 04 Mei 2026 - 16:29:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok! Rp17.394 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (4/5/2026) (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (4/5/2026). Nilai tukar turun 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.394 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen datang dari eksternal yakni Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Amerika Serikat akan memulai upaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz.

"Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus 3,32 miliar dolar AS.

Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar 22,53 miliar dolar AS atau turun 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor 19,21 miliar dolar AS atau tumbuh 1,51 persen.

Sementara itu, aktivitas manufaktur Indonesia semakin tergerus dampak perang hingga mengalami kontraksi. Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global hari ini menunjukkan PMI Indonesia berada di 49,1 pada April 2026. Angka ini adalah yang terendah sejak Juli 2025 atau sembilan bulan terakhir. Angka ini sekaligus menandai kontraksi pertama PMI sejak Juli 2025 setelah delapan bulan ekspansi.

PMI mengalami kontraksi karena terjadi penurunan kondisi sektor manufaktur Indonesia pada awal kuartal kedua 2026 karena sejumlah faktor. Kontraksi ini didorong oleh penurunan berkelanjutan dalam volume produksi. Penurunan tersebut terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju penurunan yang semakin  cepat dibandingkan Maret dan menjadi yang tercepat sejak Mei tahun lalu.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.390-Rp17.440 per dolar AS.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut