Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Optimistis Rupiah Menguat dalam 2 Minggu: Nggak Usah Takut, Fondasi Kita Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.865 per Dolar AS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:41:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.865 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali ditutup menguat ke level Rp14.997 pada perdagangan, Selasa (18/7/2023). (Foto: Ilustrasi/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan, Rabu (14/1/2026). Mata uang Garuda menguat 12 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp16.865 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan rupiah salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu data indeks harga konsumen AS yang dirilis pada hari Selasa berada di bawah ekspektasi.

"CPI inti naik 0,2 persen pada bulan Desember dan 2,6 persen secara tahunan, di bawah perkiraan, memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang. Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026," kata Ibrahim dalam risetnya.

Ibrahim menambahkan, risiko geopolitik juga tetap menjadi fokus utama. Iran dilanda protes anti-pemerintah yang semakin intensif yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

Kerusuhan tersebut telah memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer dan mengancam akan mengenakan tarif 25 persen pada negara-negara yang berbisnis dengan Iran.

Kekhawatiran atas independensi bank sentral AS setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal yang melibatkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Meskipun perkembangan ini membuat investor gelisah, para kepala bank sentral dan eksekutif bank besar secara terbuka mendukung Powell, menekankan pentingnya menjaga otonomi Fed di tengah tekanan politik.

Dari sentimen domestik, pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dapat dicapai tahun depan. Bahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis mencapai 6 persen. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut