Rupiah Jebol, Produsen Otomotif di Indonesia Ketar-ketir
Tekanan kurs membuat Daihatsu harus memutar otak untuk menahan lonjakan biaya produksi. ADM kini melakukan restrukturisasi biaya dan efisiensi di lini manufaktur demi menjaga harga kendaraan tidak langsung melonjak di pasar.
VinFast Akhirnya Luncurkan Mobil Listrik Tujuh Penumpang VF MPV 7, Dirakit di Subang
"Jadi kita lakukan beberapa hal. Pertama, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," katanya.
Tak hanya itu, Daihatsu juga mulai bergerak mencari jalan keluar dengan mempercepat pengembangan komponen lokal. Langkah tersebut dilakukan agar ketergantungan terhadap produk impor bisa ditekan saat dolar AS terus menguat.
Mobil Sulit Distarter? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Mogok
"Lalu yang kedua, kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita. Untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi, dari beberapa part impor. Bukan part ya, tepatnya mungkin komponen," ujar Sri Agung.
Dia mengakui, jika pelemahan rupiah terus berlanjut maka tekanan terhadap industri otomotif akan semakin besar. Menurut dia, kondisi ini bukan hanya dialami Daihatsu, tetapi juga seluruh produsen otomotif yang beroperasi di Indonesia.
BYD M6 DM Meluncur di Indonesia, Bensin Diklaim Lebih Irit dari Motor 65 Km per Liter