Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS
Bagi pasar, kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga pangan dapat menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan menengah ke bawah.
Meskipun inflasi umum sedikit melandai dan masih berada dalam target Bank Indonesia, kenaikan inflasi pangan menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup belum sepenuhnya mereda.
Menurut Ibrahim, kenaikan impor sebenarnya bisa menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang modal, dan aktivitas industri dalam negeri.
“Namun, jika pertumbuhan impor terus melampaui ekspor, selisih surplus perdagangan akan semakin menyempit,” ucapnya.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.160-Rp18.210 per dolar AS.
Editor: Aditya Pratama