Rupiah Rp17.500, Bond Market Intervention dan Kepercayaan
Kondisi ini terjadi di tengah perfect storm global. Federal Reserve masih mempertahankan suku bunga tinggi melalui kebijakan higher for longer sehingga dolar AS tetap kuat.
Yield US Treasury yang tinggi mendorong capital outflow dari emerging markets, termasuk Indonesia.
Ketegangan geopolitik global juga memperparah situasi. Konflik Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan gangguan rantai pasok global membuat investor memilih strategi flight to quality dengan memindahkan dana ke aset safe haven berbasis dolar AS.
Namun tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari luar negeri.
Pasar mulai melihat adanya tekanan domestik yang serius. Rupiah Rp17.500 sudah jauh di atas asumsi APBN yang berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS.
Ketika kurs bergerak terlalu jauh dari asumsi fiskal, risiko anggaran meningkat. Subsidi energi berpotensi membengkak, biaya impor naik, dan imported inflation menjadi lebih sulit dikendalikan.