Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BI Ungkap Guyuran Dana Rp200 Triliun Belum Mampu Turunkan Bunga Kredit
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Sepekan Anjlok ke Rp16.819 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:15:00 WIB
Rupiah Sepekan Anjlok ke Rp16.819 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Nilai tukar rupiah tercatat telah melemah sebesar 0,55 persen dalam sepekan ke level Rp16.819 per dolar AS. (Foto: Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Memasuki hari terakhir perdagangan pekan ini, tekanan terhadap Rupiah belum mereda. Kenaikan biaya pinjam pemerintah (yield) terus berlanjut seiring dengan melemahnya nilai tukar saat pembukaan pasar.

“Memasuki perdagangan pagi hari Jumat (9/1/2026), rupiah dibuka melemah di level Rp 16.815 per dollar AS, diiringi kenaikan yield SBN 10 tahun ke level 6,15 persen,” tuturnya.

Meskipun yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun di pasar global terpantau turun ke level 4,167 persen, penguatan indeks dolar AS tetap menjadi sentimen utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

BI diprediksi akan terus berada di pasar untuk memastikan volatilitas tetap terjaga melalui langkah-langkah intervensi jika diperlukan guna menjaga stabilitas moneter nasional.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut