Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Imbas Eskalasi Perang di Timur Tengah
Dari sisi domestik, pasar merespons negatif potensi membengkaknya defisit anggaran. Harga minyak dunia yang jauh melampaui asumsi "normal" pemerintah di level 92 dolar AS per barel diprediksi akan memaksa pemerintah melakukan realokasi anggaran besar-besaran.
"Bahwa kemungkinan besar pemerintah akan mengalami defisit anggaran itu 3,6 persen. Nah ini pun juga sudah diinformasikan oleh Menteri Purbaya. Artinya apa? Ini yang kemungkinan besar pemerintah akan mengurangi anggaran untuk MBG (Makan Bergizi Gratis). Nah ini yang membuat ketegangan tersendiri carut-marut di dalam negeri dampak dari eksternal," katanya.
Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan
Selain isu fiskal, Ibrahim menyoroti sentimen politik terkait keinginan sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari Board of Peace atau komitmen internasional lainnya jika persoalan Palestina tidak menemui titik terang, yang turut menambah ketidakpastian bagi investor.
Perlu diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 211,38 poin atau 2,79 persen ke posisi 7.374,31 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini dibuka melemah ke level Rp17.019 per dolar AS, atau terkoreksi 0,56 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu yang berada di posisi Rp16.925.
Editor: Aditya Pratama