Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat
Terkait ekspor kelapa sawit, batu bara dan juga ferro alloy, Airlangga menegaskan tidak ada perubahan drastis. Angka ekspor dari tiga komoditas yang akan diurus oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ini relatif sama dengan Mei.
Airlangga pun menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.
"Ini terus kita jaga dan juga pemerintah mendorong beberapa insentif termasuk insentif untuk industri chemicals dimana impor bahan baku plastik akan dinolkan dan ini PMK-nya sedang dibuat," katanya.
Airlangga mengatakan pemerintah juga sudah mengatasi masalah industri petrochemical. Pemerintah menetapkan Bea Masuk (BM) 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia untuk enam bulan ke depan.
Kemudian, program-program pemerintah seperti KUR dan subsidi KPR, yang capaiannya dinilai relatif baik dan aman.