Rupiah Terancam Anjlok ke Rp17.590, Harga Minyak Dunia jadi Biang Kerok
Situasi tersebut ikut membuat pelaku pasar bersikap defensif. Perhatian investor juga tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS serta inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat.
Data inflasi tersebut dinantikan untuk memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan dalam meredam tekanan harga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini telah memperhitungkan peluang sekitar 60 persen bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya.
Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik di jalur pelayaran strategis turut meningkatkan risiko terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Kebutuhan pasokan energi impor dengan harga lebih tinggi berpotensi meningkatkan permintaan dolar AS. Kondisi tersebut sekaligus dapat memperlebar defisit fiskal pemerintah.