Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.184 per dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:57:00 WIB
Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN
Bank Indonesia (BI) tetapkan nlayanan setor tarik di bank terakhir 27 Desember 2021. (Foto: ilustrasi/Okezone) 
Advertisement . Scroll to see content

"Kondisi konflik Timur Tengah ini menjaga harga minyak tetap tinggi di atas 115 dolar AS per barel, yang secara langsung meningkatkan risiko fiskal ke depan serta mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga AS," tuturnya.

Selain itu, meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar keuangan global turut mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus modal keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang. Tekanan juga dipengaruhi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi global.

Di dalam negeri, kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi penurunan status klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI serta meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) korporasi menjelang akhir bulan turut menambah tekanan terhadap pergerakan rupiah.

"Sentimen risk-off yang memburuk bersamaan dengan kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi MSCI dan peningkatan kebutuhan valas domestik akhir bulan turut menambah tekanan terhadap pergerakan dana," ucap Erwin.

Meski demikian, BI menyebut pelemahan rupiah sebesar 1,15 persen secara bulanan masih sejalan dengan dinamika mata uang negara-negara di kawasan. Ketahanan eksternal Indonesia juga didukung cadangan devisa yang tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.

Untuk meredam volatilitas nilai tukar, BI terus mengoptimalkan bauran instrumen stabilisasi, termasuk melalui koordinasi dengan korporasi dan pelaku pasar keuangan.

"Langkah stabilisasi kami lakukan secara konsisten melalui transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, serta pembelian SBN di pasar sekunder yang dibarengi koordinasi intensif bersama korporasi dan pelaku pasar," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut