Ruslan Buton Dibebaskan untuk Hadiri Peringatan 40 Hari Istri Meninggal
JAKARTA, iNews.id - Terdakwa kasus ujaran kebencian Ruslan Buton dibebaskan dari tahanan. Dia dibebaskan selama 3 hari atau 2-4 November 2020.
Pengacara Ruslan Buton, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan, pembebasan kliennya sesuai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk peringatan 40 hari meninggalnya sang istri.
"Ruslan Buton hari ini dapat menghirup udara bebas berdasarkan Penetapan Ketua Majelis Hakim selama 3 hari," ujar Tonin di Jakarta, Senin (2/11/2020).
Dia menuturkan, Ruslan ke luar dari Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri pukul 14.20 WIB. Ruslan berangkat diiringi pengawalan polisi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Istri Meninggal, Ruslan Buton Dapat Izin Melayat ke Bandung
"Rencananya peringatan 40 hari diselenggarakan Selasa (3/11/2020," tuturnya.
Pada kesempatan itu dia juga menyampaikan, sidang lanjutan Ruslan dilaksanakan, Kamis (5/11/2020).
"Konfrontasi Muanas Alaidid dengan Aulia Fahmi dan Helmi dari Cyber Indonesia sebagai pelapor yang dalam persidangan menjadi fakta mengenai bukti suara dan surat yang tidak sah menurut PH," ucapnya.
Diketahui, istri Ruslan, Erna Yudhiana (44) meninggal dunia, Jumat (25/9/2020). Saat itu Ruslan juga sempat meminta izin untuk melayat.
Polisi menangkap Ruslan Buton di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea, Kecamatan Wabula, Sulawesi Tenggara, Kamis (28/5/2020). Pensiunan TNI AD itu ditangkap karena pernyataan terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bentuk rekaman suara.
Ruslan dalam rekaman itu mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Menurutnya, solusi terbaik menyelamatkan bangsa Indonesia jika Jokowi rela mundur dari jabatannya sebagai presiden.
Editor: Kurnia Illahi