Salat Idul Adha Perdana Setelah Covid-19, Muhammadiyah: Ada Kegembiraan tapi Tidak Ada Euforia
Oleh karena itu, dirinya pun mengingatkan kepada seluruh jemaah yang hadir untuk menjadi manusia yang utama dan mempunyai jiwa sosial kepada sesama. Sebab, hal itu bagian dari upaya untuk membagikan kebahagiaan dan juga menjadi bagian untuk bagaimana meringankan penderitaan sesama umat manusia.
"Maka di ibadah kurban ini kita diberikan tuntunan untuk tidak hanya menjadi manusia yang utama, tetapi juga harus memuliakan umat manusia. Sehingga penyembelihan Ismail yang diganti dengan domba itu mengandung pesan penting di dalamnya betapa kita ini haru memuliakan kehidupan manusia dan memberikan hak hidup kepada semua umat manusia dan inilah yang saya kira penting dalam kehidupan kita," tutur dia.
Selain itu dalam kesempatan kali ini, dirinya juga mengatakan bahwa dengan banyaknya jemaah yang hadir menandakan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam adalah masyarakat yang patuh dan taat menjalankan ajaran agamanya.
"Ini juga menjadi tanda kebahagian karena paling tidak selama dua tahun pelaksanaan salat Idul Adha dan Idul Fitri tidak dapat ditunaikan di tempat kan terbuka secara massal seperti ini, karena itu maka kelandaian Covid ini ditandai oleh masyarakat dengan rasa syukur dengan mereka menjalankan salat," tutur dia.
Kendati demikian, pelaksanaan salat Idul Adha yang berlangsung di JIEP juga berjalan dengan baik dan tertib. Jemaah melaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19.