Sandi Jawab Keraguan Publik soal Pencalonan Prabowo
JAKARTA, iNews.id - Pembatalan deklarasi calon presiden (capres) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terhadap Prabowo Subianto pada 11 April 2018 mengundang banyak spekulasi. Bahkan beberapa pihak mulai meragukan tekad Partai Gerindra mengusung Prabowo sebagai capres 2019.
Terlebih lagi setelah Prabowo melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (6/4/2018). Pertemuan itu dilakukan sehari setelah Prabowo menyatakan tidak ada deklarasi capres Partai Gerindra dalam waktu dekat ini.
Menjawab keraguan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno meyakinkan bahwa Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut tidak gentar menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Dia menyebutkan, Prabowo tidak pernah ragu menuju kursi RI-1. Namun, setiap langkah politik Prabowo harus benar-benar matang, tidak terburu-buru, dan tidak sekadar siap menjadi capres. Perhitungannya adalah menang.
"Pak Prabowo sama sekali tidak ragu. Tidak ada keraguan sama sekali di Pak Prabowo. Yang Pak prabowo inginkan adalah kita jangan seperti pemilu atau pilkada yang dulu, merasa besar, merasa pengen deklarasi cepat-cepat, tapi tidak mendengar apa yang diinginkan warga dan mitra koalisi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta itu di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (7/4/2018).
Dia mengatakan, Partai Gerindra masih membangun komunikasi dengan partai politik lainnya sebelum deklarasi capres. Dia sendiri menyaksikan terjadi komunikasi yang intens oleh Prabowo dan pengurus Gerindra dengan berbagai pihak menghadapi Pilpres 2019.