Sangar! Momen Marinir TNI AL dan Pasukan Australia Gempur Sasaran di Situbondo
Penggunaan berbagai sistem persenjataan itu menjadi bagian dari simulasi operasi gabungan yang mengintegrasikan serangan udara, tembakan artileri dan dukungan senjata infanteri untuk mendukung pergerakan pasukan dalam merebut wilayah sasaran.
Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel (Mar) Eko Budi Prasetyo Adi Saputro mengatakan latihan puncak tersebut menjadi kesempatan bagi prajurit kedua negara, khususnya prajurit Yonif 1 Marinir, untuk menguji keterpaduan berbagai unsur tempur dalam operasi gabungan.
“Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Australia, serta meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam melaksanakan operasi gabungan menghadapi berbagai tantangan tugas,” kata Kolonel Eko, dikutip dari keterangan Dispenal.
Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia-Australia. Melalui latihan ini, kedua negara menguji kemampuan personel dan keterpaduan sistem persenjataan dalam mendukung pelaksanaan operasi militer bersama.
Editor: Reza Fajri