Satgas : Di Indonesia Tiap Jam Rata-Rata 4 Orang Meninggal akibat Covid-19

Reza Yunanto · Selasa, 27 April 2021 - 05:45:00 WIB
Satgas : Di Indonesia Tiap Jam Rata-Rata 4 Orang Meninggal akibat Covid-19
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo. (ANTARA) 

JAKARTA, iNews.id - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya menahan diri untuk tidak mudik merayakan hari raya Idul Fitri bersama orang tua. 

Menurut Doni, tidak mudik sangat penting dilakukan demi kepentingan yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini penularan Covid-19 masih terjadi setiap hari. Di Indonesia, Covid-19 rata-rata memakan empat nyawa manusia setiap jamnya. 

“Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus Covid dari satu daerah ke daerah lainnya,” ujar Doni, Minggu (25/4/2021).

Doni berharap langkah tersebut dapat diwujudkan oleh setiap individu sehingga potensi kenaikan Covid-19 dapat dihindari. Menurutnya kenaikan kasus positif Covid-19 dapat terjadi apabila masyarakat menolak untuk bertindak atau tetap melakukan mudik. 

Dia menambahkan, memutuskan tidak mudik bertujuan untuk menghargai sesama, terlebih orang tua atau sanak saudara di kampung halaman. 

“Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini," katanya.

Menurut Doni, sepanjang Ramadan pemerintah telah mengambil kebijakan tegas peniadaan mudik dengan tujuan untuk mencegah hilangnya nyawa yang lebih banyak dari penularan Covid-19. 

Menyikapi situasi tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan regulasi berupa Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah. 

Surat edaran ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 H. 

Dengan kebijakan peniadaan mudik, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengadakan acara keluarga dalam rangka Lebaran secara virtual. Hindari mudik atau pun bepergian, terutama dari daerah atau kota dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi ke kampung halaman. Ini sama saja membawa virus mematikan yang penularannya sangat cepat. 

Doni mengatakan, sebanyak apa pun tempat tidur, RS, bahkan tenaga kesehatan di Indonesia, tidak akan pernah cukup jika terjadi lonjakan kasus yang disebabkan oleh penularan penduduk yang bepergian secara masif. 

“Covid-19 belum berakhir, lindungi keluarga, jangan mudik dulu!” katanya.

Editor : Reza Yunanto