Satgas Minta Penanganan Covid-19 di 54 Daerah Zona Oranye Dievaluasi

Dita Angga, Sindonews ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 01:05 WIB
Satgas Minta Penanganan Covid-19 di 54 Daerah Zona Oranye Dievaluasi

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito menyebut jumlah daerah zona oranye dengan risiko sedang penularan covid-19 terus bertambah. Bahkan menurutnya jumlah daerah zona oranye meningkat dua kali lipat sejak pemetaan zonasi dilakukan.

Wiku pun menyoroti 54 daerah yang bertahan dengan status oranye 10 minggu berturut-turut. Dia meminta penanganan covid-19 di 54 kabupaten/kota dievaluasi.

“Kami tahu keadaan berkepanjangan melelahkan tapi kita harus waspada karena ini menyangkut nyawa manusia. Jika selama 10 minggu tidak berpindah zona risiko, artinya perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penanganan covid-19,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Wiku menjabarkan, pada 31 Mei 2020 ada 166 kabupaten/kota yang menyandang status zona oranye. Sementara pada 25 Oktober 2020 jumlahnya menjadi 360 kabupaten/kota.

Dia mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat tidak mudah puas dengan penanganan covid-19 yang telah dilakukan. Wiku mengatakan setiap daerah perlu memasang target yang meningkat terus hingga menjadi zona hijau.

“Ini yang kami sebut sebagai perasaan nyaman. Tidak ada di zona merah tapi berada di zona oranye dalam waktu lama. Satgas sangat menyayangkan kondisi ini. Seluruh daerah harus terus belajar dan berupaya tingkatkan penanganan covid-19 di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Berikut 54 daerah yang selama 10 minggu berturut-turut berada di zona oranye penularan covid-19:

1. Aceh Tengah, 
2. Asahan, 
3. Karo,
4. Kota Pematangsiantar,
5. Labuhanbatu, 
6. Padang Lawas, 
7. Padang Lawas Utara, 
8. Pakpak Bharat, 
9. Samosir, 
10. Serdang Bedagai,

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2 3 Tampilkan Semua