Satgas TNI untuk Palestina Ungkap Tantangan Jalankan Misi Kemanusiaan di Gaza
JAKARTA, iNews.id - Satgas misi kemanusiaan TNI untuk Palestina rampung menjalankan misi bantuan logistik di Jalur Gaza, Palestina. Para prajurit harus berhadapan dengan sederet tantangan selama 14 hari misi kemanusiaan itu.
Mission Commander Kolonel (Pnb) Noto Casnoto mengatakan, misi itu dijalankan bersama 9 negara di antaranya Yordania, Mesir, Indonesia, Uni Emirat Arab, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda dan Amerika Serikat. Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menerjunkan bala bantuan ke Palestina.
"(Bantuan diturunkan) di Jalur Gaza. Jadi semua negara yang terlibat itu di bawah kendali dari pemerintah Yordan, mulai dari akses masuk, pola operasinya itu di bawah kendali mereka," ujar dia di Lanud Halim Perdanakusuma.
Misi kemanusiaan itu tak mudah dijalankan sebab dijalankan di daerah konflik yang tengah aktif. Penerbangan pesawat secara beriring-iringan pun harus dijalankan secara disiplin dengan jarak waktu 5 menit.
"Dari poin ke poin itu kita harus benar-benar disiplin, strict, menjaga jarak antar-pesawat itu 5 menit, tidak boleh terlalu dekat atau jauh," kata dia.
Belum lagi, prajurit TNI yang dikerahkan untuk melakukan misi kemanusiaan juga belum mengetahui medan penerbangan di wilayah tersebut. Prajurit bahkan sempat diperingatkan soal gangguan navigasi yang memaksa mereka untuk melakukan penerbangan pesawat secara manual.
"Yang paling menantang adalah kita tidak pernah melihat medannya seperti apa, kemudian kami pada saatnya berangkat itu sudah di-warning bahwa daerah itu adalah daerah operasi dan itu sedang aktif daerahnya sehingga kemungkinan besar terjadinya jamming radio, jamming navigasi itu itu sangat mungkin terjadi," kata dia.
"Dan itu terjadi, jadi untuk itu kemarin kami sudah siap dengan segala pola operasinya sehingga kami juga kemarin menerbangkan pesawat ini secara manual. Terutama di GPS, GPS-nya suddenly hilang, sehingga kita harus mapping secara manual, kemudian menerbangkan secara konvensional, itu saja," sambungnya.
Noto mengakui ada kekhawatiran dalam menjalankan misi kemanusiaan itu. Namun demikian, prajurit TNI memegang teguh kepercayaannya masing-masing.
"Ya pasti ada, khawatir itu pasti ada. Tapi niat kami baik, untuk memberikan bantuan kemanusiaan, lillahi taala pasti itu akan mendapatkan keselamatan dari Tuhan yang maha kuasa," katanya.
Editor: Reza Fajri