Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perikanan Indonesia Meninggal saat Hendak Diperiksa, Ini Penjelasan Kejagung

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:09:00 WIB
Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perikanan Indonesia Meninggal saat Hendak Diperiksa, Ini Penjelasan Kejagung
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak mengonfirmasi seorang saksi berinisial IP meninggal saat hendak memberikan keterangan dalam kasus dugaan korupsi Perum Perikanan Indonesia, Kamis (21/10/2021). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengonfirmasi seorang saksi berinisial IP meninggal saat hendak memberikan keterangan dalam kasus dugaan korupsi Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). Saksi tersebut dilaporkan sempat mengalami kejang sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, saksi IP tersebut memberi kesaksian pada hari ini, Kamis (21/10/2021). Belum lama saksi memberikan keterangan IP kejang dan meninggal di lokasi pemeriksaan. 

"Ketika penyidik sedang mempersiapkan (pemeriksaan), satu menit setelah saksi IP sedang duduk dan tim penyidik sedang mempersiapkan, saksi IP mengalami kejang-kejang dan kemudian mengalami sesak nafas dan tidak sadarkan diri," kata Leonard di Jakarta, Kamis (21/10/2021). 

Leonard menyebutkan IP merupakan salah satu saksi dari enam orang lain yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung terkait kasus Perum Perindo.  Saksi IP tiba di lokasi sekitar pukul 11.04 WIB dan sempat berada di ruang tunggu pemeriksaan. Kemudian IP dibawa ke ruang pemeriksaan nomor 10 untuk didalami keterangannya oleh penyidik. 

"Yang bersangkutan dijemput oleh penyidik dari ruang tunggu saksi di Gedung Bundar," ujarnya. 

Setelah mengalami kejang-kejang, penyidik pun memanggil pihak keamanan dalam (Kamdal) untuk mengirimkan petugas medis di klinik Kejagung dengan membawa tabung oksigen. 

"Diberikan bantuan pernapasan melalui mulut serta pijat dada pada bagian jantung," katanya.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: