SBY Bicara Soal Jiwasraya, Sebut Ada Desas-Desus 2 Menteri Akan Dijatuhkan Melalui Pansus

Felldy Utama · Senin, 27 Januari 2020 - 20:19 WIB
SBY Bicara Soal Jiwasraya, Sebut Ada Desas-Desus 2 Menteri Akan Dijatuhkan Melalui Pansus

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: SINDOphoto)

JAKARTA, iNews.id - Kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya menarik perhatian Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Umum Partai Demokrat mengomentari kasus tersebut melalui sebuah tulisan panjang di akun Facebook resmi miliknya, Senin (27/1/2020).

SBY mengatakan bahwa dirinya telah mendengar dinamika pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya dari anggota DPR RI Fraksi Demokrat. Menurut informasi yang diterimanya, sejumlah unsur partai koalisi pemerintah turut menggebu-gebu agar pansus dibentuk. Meski akhirnya koalisi pendukung pemerintah akhirnya memilih membentuk panitia kerja (panja).

"Ketika saya gali kenapa ada pihak yang semula ingin pansus, alasannya membuat saya terperanjat, alasannya membuat saya geleng kepala. Katanya untuk menjatuhkan sejumlah tokoh, ada yang dibidik dan harus jatuh dalam kasus Jiwasraya. Menteri BUMN yang lama Rini Soemarno harus kena, Menteri BUMN Erick Thohir harus diganti, Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan," ucap SBY.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Bicara Peran Benny Tjokro di Skandal Jiwasraya

BACA JUGA: Jiwasraya di Ambang Bangkrut, Sri Mulyani Pastikan Tak Akan Lindungi Kejahatan Korporasi

SBY pun menyatakan sikapnya mendengar desas-desus itu. Dia mengatakan sebuah tindakan salah jika ada main "target-targetan" dalam kasus Jiwasraya.

Dia pun meminta anggota DPR RI Fraksi Demokrat agar tak memiliki pola pikir seperti itu. Menurutnya nama orang yang sering muncul di publik belum tentu bersalah, termasuk tiga menteri yang disebutkannya.

"Saya pribadi mengenal Ibu Sri Mulyani dan Erick Thohir sebagai sosok kompeten dan mau kerja keras. Pak Jokowi juga sangat mungkin tidak mengetahui penyimpangan besar di Jiwasraya. Prinsipnya jangan memvonis bersalah sebelum terbukti benar-benar bersalah," katanya.


Editor : Rizal Bomantama