SBY Sebut Belum Ada Tanda-tanda Covid-19 Akan Berakhir

Rico Afrido Simanjuntak ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 05:49 WIB
SBY Sebut Belum Ada Tanda-tanda Covid-19 Akan Berakhir

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Twitter)

JAKARTA, iNews.id - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memprediksi perjuangan melawan pandemi virus corona (Covid-19) masih akan terus berlangsung. Dia mengatakan, saat ini belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.

SBY menyampaikan hal itu dalam acara peluncuran dua buku monograf karyanya di Kediaman Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2020) malam. "Kalau ditanya kapan kira-kira pandemi Covid-19 ini berakhir, mungkin hanya Allah yang tahu, hanya Tuhan yang tahu persis kapan. Maksud saya, memang saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir," katanya.

SBY menuturkan, ada yang menyatakan pandemi Covid-19 baru akan berakhir dua tahun lagi. Pernyataan itu merujuk pada penyebaran Flu Spanyol.

"Barang kali itu belajar dari pengalaman Spanish Flu (Flu Spanyol). Ada juga kemarin Eropa sudah bagus. Sudah mulai datar sebagian menurun. Tanda-tanda akan berakhir, ternyata tidak," ujarnya.

Apalagi, menurut SBY, pejabat WHO telah memperkirakan Covid-19 tidak akan pernah pergi atau tidak betul-betul hilang. Artinya, virus tersebut akan tersimpan sebagai penghuni bumi yang baru seperti demam berdarah maupun malaria.

"Kita memang belum tahu. Memang saya amati bulan Mei kemudian bulan Juli. Jadi saya di karantina ini tidak kemana-mana sesuai dengan anjuran pemerintah, sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi," katanya.

Selama karantina, SBY mengungkapkan, bisa menonton TV siang dan malam di rumah. "Berjam-jam lebih banyak dibanding saya jadi presiden dulu sehingga saya bisa mengamati negara demi negara, benua demi benua, ada yang tadinya sudah declining kembali mendatang. Yang tadinya mendatar bahkan sekarang meningkat lagi. Artinya belum bisa kita katakan bahwa entah 6 bulan lagi, entah setahun lagi akan berakhir pandemi ini," tuturnya.

SBY mengatakan, semua tentu berharap agar vaksin bisa segera ditemukan, diproduksi dan didistribusikan untuk manusia sedunia. Meski produksi vaksin membutuhkan waktu.

"Itu ada persoalan produksi dan distribusi, siapa yang dapat duluan, siapa yang belakangan lantas sejauh mana vaksin itu betul-betul ces pleng, bisa mencegah tidak muncul lagi sebaran virus, itu juga kita belum tahu. Oleh karena itu menurut saya lebih bagus kita mengatakan ini masih panjang perang ini," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad