SBY Tegaskan Dukung Penuh Presiden Prabowo, Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru
Kedua, Implementasi Nyata. SBY mengingatkan bahwa pikiran-pikiran bagus (beautiful minds) tidak akan berdampak tanpa eksekusi yang efektif di lapangan agar sasaran pembangunan benar-benar tercapai.
Ketiga, Kontinuitas dan Konsistensi. Berbekal pengalamannya sebagai Presiden Indonesia selama dua periode (2004-2014), SBY menegaskan negara membutuhkan prediktabilitas. Kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya dalam jangka panjang, mulai dari 5, 10, hingga 15 tahun ke depan.
Dalam konteks kesejahteraan, SBY menekankan pentingnya sustainable growth with equity atau pertumbuhan yang berkeadilan. Artinya, ekonomi harus tumbuh tinggi namun tetap menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Konsep Ekonomi Baru ini harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif agar Indonesia kompetitif di abad ke-21.
Yudhoyono Dialogue Forum ini diselenggarakan lembaga pemikiran The Yudhoyono Institute (TYI) sebagai forum bertukar pikiran dan pengalaman bagi berbagai tokoh nasional. Hadir memberikan pemikiran di antaranya pengusaha Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri, mantan Menteri Mohammad Nuh, serta pakar teknologi Ilham Akbar Habibie. Dari kalangan akademisi, hadir Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar dan Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri.
Dialog ini mempertegas pesan SBY bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi adalah kunci utama untuk menjemput kemakmuran baru bagi Indonesia.
Editor: Aditya Pratama