Sebelum Meninggal Dunia, Nasirun Alami Sesak Napas hingga Henti Jantung
Dalam pertemuan itu, Nasirun terlihat seperti biasanya. Ia bahkan masih menyapu halaman rumah. Tak ada yang menyangka momen sederhana tersebut menjadi perjumpaan terakhir mereka.
Kurator senior Suwarno Wisetrotomo juga mengenang pertemuannya dengan Nasirun pada Jumat (31/7/2026), atau sehari sebelum sang maestro berpulang. Menurutnya, wajah Nasirun memang tampak lebih pucat dari biasanya.
Meski demikian, kondisi fisiknya tak mengubah kepribadiannya yang hangat. Nasirun tetap melemparkan guyonan kepada orang-orang di sekitarnya agar mereka tidak ikut mengkhawatirkan kesehatannya.
Suwarno mengungkapkan bahwa Nasirun diketahui memiliki riwayat radang paru-paru. Kendati demikian, almarhum tetap berusaha menjalani aktivitas dan berinteraksi dengan para sahabatnya seperti biasa.
Kepergian Nasirun juga mendapat perhatian dari musisi Kunto Aji. Melalui media sosial, ia mengenang almarhum sebagai sosok yang selalu menghadapi berbagai tekanan hidup dengan ringan dan penuh humor.
Bagi Kunto Aji, Nasirun bukan hanya seniman, tetapi juga figur yang mengajarkannya tentang seni, kehidupan, dan cara menjalani hari-hari dengan hati yang lapang.
Jenazah Nasirun dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul, pada Sabtu sore. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak.
Editor: Muhammad Sukardi