Sebut Pemerintah Berhasil Minimalkan Karhulta, Mahfud: Protes Aktivis Sudah Tak Gencar

Felldy Utama ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 13:27 WIB
Sebut Pemerintah Berhasil Minimalkan Karhulta, Mahfud: Protes Aktivis Sudah Tak Gencar

Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini telah berhasil meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ketika musim kemarau datang.

Mahfud menyebut bencana Karhutla ini sebelumnya telah menjadi sorotan oleh banyak pihak. Tak hanya dari dalam negeri saja, tapi juga negara-negara tetangga yang terdampak dari asap Karhutla ini. Namun, kata dia, pemerintah berhasil menekan bencana itu pada beberapa tahun silam.

"Alhamdulillah kita berhasil meminimalisir kebakaran hutan sehingga bencana-bencana yang agak besar dan membikin geger itu sudah dapat dikatakan tidak lagi terjadi. Protes-protes dari aktivis lingkungan hidup maupun dari negara-negara lain dalam 4-5 tahun terakhir ini sudah tidak begitu gencar," katanya usai menghadiri Ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Menuru dia, keberhasilan itu bisa didapat karena pemerintah telah menyiapkan semua langkah dengan sangat matang. Baik upaya memitigasi, mencegah, menyelesaikan Karhutla itu sudan dipersiapkan. Oleh karena itu, memasuki musim kemarau 2020, upaya ini akan kembali digencarkan.

"Bagaimana menghadapi 2020, karena bukan hanya menyelesaikan Karhutla tapi juga Covid-19. Sehingga, kita menyiapkan langkah-langkah bersama menghadapi musim kemarau," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar jajarannya tetap mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meskipun saat ini negara tengah dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan pengarahan di Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020) pagi ini.

"Di tengah kesibukan kita dalam menghadapi pandemi ini, jangan lupakan kita memiliki sebuah pekerjaan besar dalam rangka antisipasi kebakaran lahan dan hutan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, berdasarkan laporan data BMKG, 17 persen wilayah di Indonesia mengawali musim kemarau di bulan April, 38 persen memasuki musim kemarau di bulan Mei, 27% masuk awal musim kemarau di bulan Juni.

"Dan kemarau di sebagian besar daerah zona ini akan terjadi di bulan Agustus," ujarnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq