Sedih, 72 Anak Meninggal Dunia akibat Wabah Campak di Indonesia
Karena banyak spesimen yang diperiksa, membuat proses konfirmasi kasus menjadi terbatas, mengingat keterbatasan reagen dan kapasitas laboratorium yang masih terbatas di berbagai daerah di Indonesia.
Dijelaskan Dokter Anggraini Alam, Ketua IDAI Jawa Barat, hal serupa juga terjadi pada 2025. Kasus campak terkonfirmasi mencapai 11.094 kasus dengan total lebih dari 63.769 kasus suspek.
Di sepanjang 2025, hampir 50.000 spesimen masuk ke laboratorium dengan positivity rate sekitar 24,6 persen. "Ini menunjukkan tingginya beban pemeriksaan laboratorium di Indonesia," kata dr Anggraini dalam webinar Media Briefing IDAI, belum lama ini.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr Andi Saguni menerangkan, campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
"Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu," ungkap dr Andi dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).