Sejarah Baru, Manokwari Lahirkan Prajurit Infanteri TNI AD

iNews.id ยท Kamis, 28 November 2019 - 02:13 WIB
Sejarah Baru, Manokwari Lahirkan Prajurit Infanteri TNI AD

151 prajurit siswa Rindam XVIII/Kasuari kini secara resmi menyandang status sebagai prajurit infanteri. (Foto: Dispenad)

MANOKWARI SELATAN, iNews.id – Sejak terbentuk pada 2016, Kodam XVIII/Kasuari akhirnya melahirkan para prajurit tangguh di Rindam XVIII/Kasuari yang berada di Manokwari Selatan, Papua Barat. Sejumlah 151 prajurit siswa Rindam XVIII/Kasuari kini secara resmi menyandang status sebagai prajurit infanteri.

Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri menjelaskan, status tersebut diperoleh para prajurit itu bukan secara instan. Mereka harus menyelesaikan lebih dulu latihan-latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama (Dikjurta) Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I Tahun 2019.

“Penutupan latihan dan tradisi pembaretan mereka diselenggarakan di Rindam XVIII/Kasuari, pada Senin (25/11/2019) lalu di Pantai Ransiki, Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat,” ungkap Andi Gus dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Dalam upacara tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, bertindak selaku inspektur upacara. Dia membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad), Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau. (Foto: Dispenad)

“Dalam amanatnya, danpussenif mengatakan bahwa Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan adalah bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang prajurit Infanteri,’’ ujar Andi Gus.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memupuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan, namun juga salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit Korps Infanteri. Dalam amanatnya, danpussenif menjelaskan, semboyan Yudha Wastu Pramuka mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat.

“Oleh karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan baret infanteri ini, menuntut para prajurit Infanteri untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan fisik, dengan didukung semangat juang, jiwa korsa, serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Pangdam XVIII/Kasuari juga menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh peserta dalam upacara pembaretan prajurit infanteri yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Kodam XVIII/Kasuari.

“Ada yang perlu kalian renungkan bahwa di suatu negara itu harus mempunyai dan yang menentukan kehidupan negara itu adalah militernya. Kalau negara itu tidak punya militer, biasanya negara itu tidak kuat. Dan dimana negara itu militernya kuat, pasti negara itu kuat dan ekonominya juga pasti kuat,” ujar pangdam.

Dia menuturkan, TNI Angkatan Darat diberikan tugas untuk bertempur di darat. Sementara, yang menjadi raja untuk pertempuran darat tersebut adalah infanteri. “Maka prajurit infanteri itu dituntut untuk kuat, semangat kemampuannya harus luar biasa, tidak bisa setengah-setengah,” kata Joppye.

Rosalina Rumbino Waroi (51), orang tua dari Prajurit Dua (Prada) Petras Armando Waroi, menyatakan rasa bangga atas keberhasilan anaknya menyelesaikan latihan dan mendapatkan baret dan brevet infanteri. “Sebagai orang tua kami merasa bersyukur dengan dilantiknya anak kami ini menjadi seorang prajurit infanteri. Kedepannya, kami harapkan anak kami agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat,” ungkap Rosalina.


Editor : Ahmad Islamy Jamil