Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Besok Libur Apa? Ini Jadwal Resmi 16 Januari 2026 dari Pemerintah
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Bulan Februari, Kenapa Jumlah Harinya Lebih Sedikit?

Senin, 30 Januari 2023 - 11:20:00 WIB
Sejarah Bulan Februari, Kenapa Jumlah Harinya Lebih Sedikit?
Kalender 2023 (Foto/Freepik).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Kalender masehi setiap bulannya setidaknya memiliki 30 hari, kecuali bulan Februari. Bulan tersebut hanya memiliki 28 hari jika tidak tahun kabisat. 

Kenapa jumlah harinya lebih sedikit?

Pada zaman dahulu, dalam 1 tahun hanya terdapat 10 bulan yang dimulai dari bulan Maret dan diakhiri di bulan Desember. Akan tetapi 10 bulan dalam 1 tahun tidak sesuai dengan perubahan musim dan hitungan hari per tahun hanya berjumlah 304 hari. 

Raja Roma, Numa Pompilius, pada tahun 700 SM menambahkan jumlah bulan yang semula 10 menjadi 12 bulan, dengan Februari menjadi bulan penutupan dalam 1 tahunnya.

Dengan penambahan bulan ini, hari dalam satu tahun juga bertambah. Sebelumnya hanya ada 304 hari menjadi 354 atau 355 dengan perhitungan. Berikut jumlah hari setiap dikutip dari berbagai sumber:

Martius (Maret) 31 hari

Aprilis (April) 29 hari

Maius (Mei) 31 hari

Junius (Juni) 29 hari

Quintilis (Juli) 31 hari

Sextilis (Agustus) 29 hari

September 29 hari

October (Oktober) 31 hari

November 29 hari

December (Desember) 29 hari

Ianuaris (Januari) 29 hari

Februarius (Februari) 29 hari

Pada zaman Kaisar Julius Caesar, dia menetapkan bahwa 1 tahun terdapat 365 atau dan 366 hari, yang setiap 4 tahun sekali disebut sebagai tahun kabisat. Perubahan ini dilakukan karena menurut Caesar, perhitungan Numa Pampilius masih tidak tepat. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut