Sejarah Imlek, Peristiwa Budaya Bukan Agama
JAKARTA, iNews.id - Tahun baru Imlek atau Sincia sebenarnya perayaan para masyarakat petani dalam menyambut musim semi atau menanam. Dalam perayaan ini sangat erat kaitannya dengan ekologi dan kehidupan.
Maka itu setiap perayaan Imlek biasanya dibarengi dengan musim hujan. Bagi yang mempercayainya, semakin sering diguyur hujan dalam perayaan Imlek itu semakin membawa keberuntungan, karena mereka notabene adalah para petani.
Dalam perayaan Imlek mereka yang mepercayainya harus survive dengan memaksimalkan semua basis persiapan untuk bekerja dan menghasilkan produktivitas yang maksimal. Atas dasar itu dalam perayaan Imlek yang ditonjolkan adalah semua ornamen dan aktivitas yang melambangkan keselamatan di masa depan. Misalnya, ada pertunjukan lang liong atau tari naga, barongsai, bakar petasan yang dipercayai bisa menolak bala.
“Dalam sejarahnya tahun Sincia atau tahun baru Imlek itu tradisi siap bekerja keras,” ujar sejarawan, JJ Rizal dalam acara iNews Pagu Super Sunday.
Perayaan Imlek juga bukan peristiwa agama, namun tepatnya adalah peristiwa budaya. Dalam perayaan ini bukan diikuti oleh etnis Tionghoa saja, namun masyarakat pribumi di Indonesia maupun masyarakat keturunan luar negeri dari eropa yang tinggal di Indonesia juga ikut merayakannya.