Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, Siswa di Nganjuk hingga Minahasa Jalani MPLS
Aktivitas siswa tidak terbatas pada pembelajaran di kelas. Mereka juga menjalani kegiatan yang melatih kemandirian dan kedisiplinan, mulai dari menata tempat tidur, mencuci, menyetrika, bangun pagi, berolahraga, hingga mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar.
Di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Utara juga menggelar MPLS pada Senin (31/8/2026).
Salah satu perusahaan yang terlibat dalam pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat adalah PT Brantas Abipraya (Persero). Pihaknya menilai dimulainya MPLS menjadi penanda fasilitas pendidikan yang dibangun mulai digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi BUMN konstruksi dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Dimulainya MPLS di berbagai daerah menjadi momentum bahwa infrastruktur yang kami bangun kini telah bertransformasi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan,” ujar Dian.