Selamatkan 1 Desa di NTT dari Siklon Tropis Seroja, Pak Dewa Diganjar Penghargaan oleh BMKG

Binti Mufarida · Kamis, 29 Juli 2021 - 10:47:00 WIB
Selamatkan 1 Desa di NTT dari Siklon Tropis Seroja, Pak Dewa Diganjar Penghargaan oleh BMKG
Muhammad Mansur Dokeng atau akrab disapa Pak Dewa mendapat penghargaan dari BMKG karena menyelamatkan warga satu desanya dari Siklon Tropis Seroja di NTT. (Foto: BMKG)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penghargaan kepada Muhammad Mansur Dokeng sebagai sosok yang inspiratif bersama BMKG menyelamatkan bangsa. Hal itu dilakukan pada peringatan Hari Ulang Tahun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-74. 

Muhammad Mansur Dokeng atau akrab disapa Pak Dewa merupakan sosok nelayan yang tinggal di desa Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT. Dewa menyelamatkan ratusan warga di lingkungannya karena mampu membaca pesan berantai dalam grup Whatsapp. Pesan tersebut berisi grafis dan data mengenai perkembangan cuaca di Kupang yang secara drastis menjadi cuaca ekstrem hingga membentuk Siklon Seroja.

Badai yang dikenal dengan Siklon Tropis Seroja pada awal April 2021 mengamuk dan menerjang apapun yang dilalui sekaligus membawa angin dan banjir. Sebanyak 11 wilayah yang terdiri dari kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak banjir bandang serta longsor akibat cuaca ekstrem imbas dari bibit siklon dan Siklon Tropis Seroja.

Ada delapan daerah di Provinsi NTT dengan kondisi kerusakan terparah antara lain Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua.

Atas pemahaman Dewa dalam menginterpretasikan pesan prakiraan cuaca dari BMKG dalam grup aplikasi seluler, Dewa meminta dan meneruskan informasi tersebut kepada seluruh masyarakat agar segera mengungsi dan menyelamatkan diri karena badai besar akan datang.

Atas arahan dan informasi Dewa berdasarkan info dan data BMKG warga desanya segera berlindung dan sebanyak 120 keluarga selamat melalui badai tersebut. Meski dalam peristiwa tersebut empat orang dinyatakan meninggal sebab masih berada di tengah laut dan tidak mendapatkan pesan dari Dewa.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: