Semarang Bertransformasi Menjadi Kota Pariwisata, Pemkot Semarang Raih KDI 2022

Felldy Utama ยท Jumat, 23 September 2022 - 01:14:00 WIB
Semarang Bertransformasi Menjadi Kota Pariwisata, Pemkot Semarang Raih KDI 2022
Wakil Wali Kota Semarang mewakili Wali Kota Semarang menerima penghargaan KDI 2022 (foto: MPI)

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meraih penghargaan dalam ajang Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 untuk Kategori Pariwisata. KDI merupakan program rutin yang diselenggarakan MNC Portal Indonesia, yang memberikan ruang bagi kepada kepala daerah menuju kemajuan nasional. 

Ajang KDI 2022 kali ini diselenggarakan di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/9/2022) malam.

Penghargaan KDI 2022 diterima Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang mewakili Wali Kota Hendrar yang berhalangan hadir.

"Terima kasih kepada MNC Portal Indonesia, MNC Group yang telah memberikan apresiasi Kepala Daerah Inovatif 2022. Kami meraih apresiasi kategori Pariwisata, dan inovasi yang telah kami lakukan ialah kegiatan-kegiatan wisata yang ada di Kota Semarang. Saya meyakini bahwa kepala daerah yang hadir malam ini merupakan sosok inovator, yang mampu mengusung era Society 5.0 serta berkolaborasi dengan teknologi untuk memecahkan tantangan tiap daerah," jelas Hevearita.

Penghargaan tersebut tidak lepas dari program inovatif yang dilakukan Wali Kota Semarang dengan mendorong transformasi pada wilayah yang dipimpinnya. Pasalnya, Ibu Kota Jawa Tengah yang semula lebih dekat dengan aktivitas ekonomi di sektor industri, berhasil didorongnya bergeser lebih fokus pada pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata bertujuan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat.

Kota Lama Diminati Wisatawan

Siapa sangka Kota Lama Semarang yang semula merupakan wilayah mangkrak, kini telah menyalip kawasan Candi Borobudur sebagai destinasi wisata paling banyak dikunjungi wisatawan di Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang selama libur dan cuti lebaran dikunjungi oleh 162.719 wisatawan, di atas Candi Borobudur dengan 153.070 kunjungan wisata, dan Pantai Menganti dengan 115.775 kunjungan.

Kota Lama Semarang merupakan tempat wisata yang memiliki julukan Little Netherland. Kawasan ini dinamai Kota Lama karena memang bangunan-bangunan di wilayah tersebut memiliki gaya arsitektur zaman dulu.

Kawasan Kota Lama terdapat bangunan-bangunan yang memiliki gaya arsitektur zaman dulu. (Foto: dok Pemko Semarang)
Kawasan Kota Lama terdapat bangunan-bangunan yang memiliki gaya arsitektur zaman dulu. (Foto: dok Pemko Semarang)

Tempat wisata ini menawarkan indahnya bangunan-bangunan bergaya arsitektur Eropa tahun 1700-an. Di kawasan ini, terdapat banyak ikon-ikon Kota Semarang bergaya khas Eropa, seperti Gereja Blenduk, pabrik rokok, stasiun, dan lain sebagainya.

Tak hanya Kota Lama, dalam data tersebut secara umum Kota Semarang sendiri juga menjadi daerah yang paling banyak diminati wisatawan dengan mencatatkan 399.631 kunjungan. Angka tersebut terpaut cukup jauh dengan Magelang yang ada di peringkat kedua dengan 304.602 kunjungan wisata, maupun Banyumas di peringkat ketiga dengan 281.439 wisatawan.

Berhasilnya Kota Lama juga Kota Semarang sebagai destinasi wisata terlaris itu pun tak lepas dari peran Wali Kota Semarang, yang berhasil mendorong transformasi pada wilayah yang dipimpinnya. Meski sektor pariwisata sempat ambruk pascapandemi Covid-19, Kota Semarang tetap  fokus membangkitkan sektor pariwisata untuk pemulihan ekonomi.

Sebagai media massa, MNC Portal Indonesia dan Koran SINDO mempunyai kewajiban untuk ikut mendorong lahirnya pemimpin bangsa yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Komisaris Utama PT MNC Asia Holding Tbk Agung Firman Sampurna  menyampaikan selamat kepada Wali Kota Semarang dan juga para penerima KDI 2022. 

"Hari ini kita menghadirkan para kepala daerah yang telah menghasilkan berbagai macam inovasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itulah diharapkan pemerintah daerah dapat lebih memanfaatkan seluruh sumber dayanya untuk menyelenggarakan pemerintahan,  melaksanakan pembangunan daerah, maupun melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dengan terobosan dan inovasi," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, dalam kondisi yang sangat penuh tantangan, kita menemukan ada Gubernur inovatif, ada Bupati inovatif, ada Wali Kota inovatif tentu ini adalah satu hal yang menggembirakan dan membanggakan.

Editor : Reza Fajri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda