Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemilu AS, Trump Pede Partai Republik Menang di DPR dan Senat
Advertisement . Scroll to see content

Serangan Balik Kubu Moeldoko: Masih Percaya Andi Arief?

Selasa, 30 Maret 2021 - 18:14:00 WIB
Serangan Balik Kubu Moeldoko: Masih Percaya Andi Arief?
Politikus Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: dok. Okezone).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Politikus Partai Demokrat kubu Moeldoko menepis tudingan Andi Arief soal indikasi perebutan paksa kantor DPP Partai Demokrat. Pernyataan tersebut dianggap mengada-ada dan penuh kebohongan. 

Juru Bicara Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Sumatera Utara, Muhammad Rahmad, menganggap pernyataan itu tak masuk akal. Dia pun justru mempertanyakan jika ada orang yang percaya dengan omongan itu. 

"Apa masih layak dipercaya ucapan Andi Arief? Itu informasi superhoaks dan mengada-ada," kata Rahmad saat dihubung iNews.id, Selasa (30/3/2021). 

Ketum PKPI, Diaz Hendropriyono membagikan foto lawas SBY dan Moeldoko saat masih aktif di TNI bersama AM Hendropriyono. (Foto: Instagram @diaz.hendropriyono)

Dia menegaskan, tidak ada kenginan mengambil paksa kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Partai Demokrat pimpinan Moeldoko, kata dia, taat aturan hukum yang berlaku.

Tidak hanya itu, Partai Demokrat pimpinan Moeldoko juga tidak akan menggunakan cara-cara begal, hoaks, maupun haram dalam perjuangannya. Bahkan dia menuding balik Andi Arief. 

Kepala Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).
Kepala Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

Menurutnya, hal yang berbau hoaks serta abal-abal justru berasal dari rombongan Susillo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Istilah rampok, bohong, hoaks, abal abal, rebut paksa, adalah kata-kata yangmuncul dari kubu SBY-AHY, (gitu kok) mengaku bersih, cerdas, dan santun," ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut