Sertijab Menko PMK, Pratikno Titip Pesan ke Sugiono: Enjoy
JAKARTA, iNews.id - Serah terima jabatan (sertijab) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) diwarnai pesan khusus dari mantan Menko PMK Pratikno kepada suksesornya, Sugiono. Pratikno meyakini kepemimpinan Sugiono akan jauh lebih efektif dalam mengeksekusi program-program kemanusiaan.
"Saya yakin Pak Menko Sugiono akan jauh lebih efektif memimpin Kemenko PMK ini, jadi Bapak enjoy di sini karena setiap hari kita berurusan dengan kemanusiaan," ujar Pratikno saat sertijab di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pratikno memaparkan, tata kelola Kemenko PMK bertumpu pada lima pilar kedeputian. Selain itu, Menko PMK secara ex-officio memegang mandat langsung dari presiden sebagai Ketua Tim Pengarah Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, ritme penanganan kebencanaan dan urusan sosial harian di Kemenko PMK memiliki kemiripan dengan medan tugas diplomasi luar negeri yang sebelumnya digeluti Sugiono saat menjabat Menteri Luar Negeri.
"Sebetulnya mirip-mirip dengan Kemlu yang setiap hari mengurusi seluruh dunia, mandat kita menyiapkan SDM hebat yang globally competitive, tapi sekaligus no one left behind," kata Pratikno.
Saat ini, Kemenko PMK mengoordinasikan sembilan kementerian dan delapan lembaga, termasuk kementerian baru yaitu Kementerian Kebudayaan, serta lembaga teknis kebencanaan seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Merespons estafet kepemimpinan tersebut, Sugiono menyatakan komitmen untuk langsung bekerja cepat mengawal agenda pembangunan manusia unggul yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Yang belum baik kita perbaiki, yang masih perlu penyempurnaan kita sempurnakan, dan yang perlu dipercepat kita percepat untuk memastikan agenda membangun manusia Indonesia unggul terlaksana tepat waktu serta tepat sasaran," tutur Sugiono.
Dia menyoroti sektor edukasi sebagai salah satu isu vital. Agenda prioritas pendidikan tersebut memuat target renovasi 300.000 sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan 500 sekolah rakyat, 500 sekolah nasional terintegrasi, transformasi 100 Sekolah Garuda, peningkatan kesejahteraan guru, hingga pendirian universitas berbasis STEM.
Bahkan, Sugiono mengungkapkan pemerintah saat ini sedang mematangkan rencana besar di bidang pembiayaan pendidikan.
"Bahkan yang masih digodok di Kemenko PMK ini adalah rencana Bapak Presiden untuk pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri demi memberi akses terbaik dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Sugiono.
Editor: Rizky Agustian