Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Sebut Eks Menag Yaqut Tak Tahu soal Uang untuk Pansus DPR
Advertisement . Scroll to see content

Sidang Kasus Kuota Haji, Auditor Itjen Kemenag Akui Tuduhan Fee Katering ke Gus Yaqut Cuma Rumor

Rabu, 07 Oktober 2026 - 17:32:00 WIB
Sidang Kasus Kuota Haji, Auditor Itjen Kemenag Akui Tuduhan Fee Katering ke Gus Yaqut Cuma Rumor
Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat memanas pada Selasa (6/10/2026) malam. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Pengacara Gus Yaqut yang tidak puas kembali menanyakan kenapa tiba-tiba ada materi fee katering saat pemeriksaan. Setelah terus dicecar, Abdul Aziz akhirnya mengaku bahwa keterangannya tersebut merupakan titipan dari Irjen Kemenag saat dirinya hendak ke KPK menjalani pemeriksaan. Namun ia menyampaikan, tidak dapat membuktikan informasi yang dapat.

Sidang semakin meledak saat giliran Gus Alex menggali ketengan saksi.Gus Alex menilai keterangan Abdul Aziz mengenai besaran fee pada sejumlah dapur katering hanya dibangun berdasarkan asumsi. 

Mulanya Gus Alex meminta JPU kembali menampilkan sebuah daftar katering yang memuat angka tertentu. “Bagaimana saudara saksi mengasumsikan bahwa angka itu adalah fee?” tanya Gus Alex kepada Abdul Aziz.

Ketika didesak menunjukkan bukti bahwa angka tersebut memang berkaitan dengan fee, Abdul Aziz mengakui memang tidak memiliki dasar lain selain asumsi. “Tidak ada. Hanya asumsi saya saja,” jawab Abdul Aziz.

Pengakuan itu langsung membuat Gus Alex murka. Menurutnya, asumsi tersebut telah berkembang menjadi pemberitaan liar seolah-olah dirinya bermain fee dalam pengadaan katering haji 2024.

“Dengan asumsi Anda ini, hari ini muncul di mana-mana bahwa saya bermain fee terhadap katering haji tahun 2024,” ujar Gus Alex.

Gus Alex mengakui bahwa dokumen tersebut memang pernah dibawa kepadanya oleh Rizky Fisa. Namun, saat ditanyakan mengenai angka dalam dokumen tersebut, Rizky menyebut angka itu sebagai estimasi jumlah jemaah yang akan dilayani masing-masing dapur. “Contoh, tujuh itu tujuh ribu jemaah, 25 itu 25 ribu jemaah,” kata Gus Alex.

Menurut Gus Alex, sebagai auditor, Abdul Aziz semestinya melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum informasi tersebut berkembang menjadi tudingan.

“Sebagai auditor, ketika saudara saksi mendengar dari Rizky adanya pemintaan fee segala macam ini, kenapa tidak konfirmasi ke saya?” ujar Gus Alex.

Gus Alex kembali mempertanyakan mengapa Abdul Aziz tidak melakukan verifikasi kepada Ali Mahzumi selaku Kasudit Akomodasi Direktorat Layanan Luar Negeri. “Apa susahnya cari nomornya Ali Mahzumi, telepon, ‘Kang, benar enggak ini?’ Susah enggak itu?” cecar Gus Alex.

Abdul Aziz menjawab bahwa saat itu dirinya menganggap informasi tersebut hanya rumor sehingga tidak melakukan konfirmasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut