Sidang Tahunan MPR Akan Dipersingkat, Laporan Kinerja Lembaga Negara Ditiadakan

Abdul Rochim ยท Sabtu, 08 Agustus 2020 - 04:32 WIB
Sidang Tahunan MPR Akan Dipersingkat, Laporan Kinerja Lembaga Negara Ditiadakan

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.idMPR akan menggelar Sidang Tahunan 2020 pada 14 Agustus mendatang. Agenda pertemuan tahunan itu dimajukan dari jadwal sebelumnya yakni 16 Agustus karena bertepatan pada Hari Minggu.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, sidang tahunan di tengah pandemi Covid-19 akan digelar lebih cepat dari biasanya. Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara yang semula dijadwalkan menyampaikan laporan kinerja tahunan nantinya ditiadakan. Hanya Presiden yang akan menyampaikan pidato.

"Sebenarnya pimpinan MPR telah sepakat pada Sidang Tahunan MPR kali ini para pimpinan lembaga negara dapat menyampaikan laporan kinerjanya langsung ke masyarakat. Tetapi karena pandemi Covid-19, hal tersebut belum bisa dilaksanakan," ujar Bamsoet dalam acara Media Expert Meeting bertajuk Sidang Tahunan MPR: Konvensi Ketatanegaraan dalam Rangka Laporan Kinerja Lembaga Negara di Kota Bandung, Jumat (7/8/2020).

Bamsoet mengungkapkan, setelah laporan kinerja lembaga negara diterima, nantinya MPR akan mempublikasikan secara daring menggunakan YouTube, video streaming ataupun media sosial lainnya.

Menurutnya, pidato Presiden untuk menyampaikan laporan kinerja pun akan dipersingkat. Begitu pula tamu yang hadir juga dibatasi. Selain Presiden, mereka yang dijadwalkan hadir antara lain Wakil Presiden, Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua DPD, para pimpinan lembaga tinggi negara, Panglima TNI dan Kapolri. Sementara dari unsur fraksi hanya perwakilan dan selebihnya mengikuti secara virtual.

"Saya nggak tahu dengan para menteri nantinya,” kata Bamsoet.

Selain itu, posisi duduk pun diatur sesuai protokol kesehatan. Tidak hanya tempat duduk anggota, namun kursi pimpinan juga diatur sesuai protokol kesehatan.

Kalau biasanya semua pimpinan MPR duduk di depan panggung, nanti hanya para ketua saj. Baik itu ketua MPR, DPR dan ketua DPD.

"Nanti akan diatur dengan baik sehingga sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, pelaksanaan sidang akan dipersingkat. Diperkirakan sebelum salat Jumat sudah tuntas. Selanjutnya dilanjutkan dengan sidang tahunan dengan DPR untuk penyampaian nota keuangan.

Sebenarnya, sesuai dengan tata tertib MPR, dalam sidang tahunan semua pimpinan lembaga, seperti MA, MK, KY, BPK dan lembaga negara lainnya menyampaikan laporan kinerja secara langsung di sidang tahunan. Tapi karena masa pandemi Covid-19 hal itu tidak dilakukan.

Jadi kata dia, hanya Presiden Jokowi yang akan menyampaikan laporan kinerja. Untuk laporan kinerja lembaga negara akan sedikit disampaikan presiden.

Menurut Bamsoet, laporan kinerja lembaga negara nantinya akan diserahkan ke MPR, kemudian pihaknya akan menyampaikan kepada publik melalui media, baik media massa maupun media sosial.

Mantan Ketua DPR ini menjelaskan, setelah pelaksanaan Sidang Tahunan MPR, pihaknya akan mendatangi dan meminta pimpinan lembaga negara membacakan laporan kinerjanya untuk direkam. Rekaman inilah yang akan dipublikasikan secara daring oleh MPR.

"Kami mendorong pimpinan lembaga negara bisa menyampaikan secara langsung laporan kinerjanya kepada masyarakat. Lembaga negara yang belum bisa memberikan laporan kinerjanya secara langsung pada Sidang Tahunan MPR akibat Covid-19 dapat disampaikan secara daring, tanpa mengurangi substansi laporan kinerja lembaga negara yang dibacakan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR," kata Bamsoet.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, dia tidak ingin sidang tahunan hanya formalitas belaka. Rapat tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk menyampaikan laporan kinerja yang ditunggu masyarakat.

"Disampaikan dengan baik sehingga bisa diterima publik,” ucapnya.

Hidayat mengingatkan, laporan kinerja bukan disampaikan kepada MPR, tapi ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga rakyat Indonesia bisa menyaksikan dan mendengar laporan kinerja yang nantinya disampaikan.

Editor : Donald Karouw