Siklon Dahlia Menjauh, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Rahma Sari, Dewi Leba, Antara ยท Senin, 04 Desember 2017 - 16:57 WIB
Siklon Dahlia Menjauh, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Hujan deras mengakibatkan banjir di Surabaya beberapa hari lalu. BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap waspada meski Siklon Tropis Dahlia telah menjauh. (Foto:iNews.id/dok)

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi bencana di seluruh wilayah Indonesia meskipun Siklon Tropis Dahlia telah bergerak menjauh.  Hujan deras disertai angin kencang rawan terjadi sebagai dampak musim penghujan.

Kepala Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko mengatakan, Siklon Tropi Dahlia yang muncul setelah Cempaka telah bergerak menjauhi Indonesia per 29 November 2017.  Siklon tropis mulai mengarah ke barat Australia di perairan laut lepas.

”Dengan demikian cuaca Indonesia diprediksi kembali normal,” kata Harry di Jakarta, Senin (4/12/2017). Dia menuturkan, meski siklon tropis menjauh masyarakat diimbau tetap waspada.

Selama Desember yang merupakan musim penghujan, perlu diwaspadai hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini bisa memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan data BMKG, potensi cuaca ekstrem akan melanda sejumlah wilayah Indonesia seperti Sumatera Utara, Kalimantan, beberapa daerah di Sulawesi Utara, Maluku bagian tengah, dan Papua bagian barat. Di luar itu, beberapa wilayah saat ini juga sedang diterjang cuaca buruk.


BACA JUGA:

Sudah Sepekan, Lima Korban Banjir Pacitan Belum Ditemukan

750 Siswa SMPN Arjosari 1 Pacitan Ikuti Ujian di Masjid

Ribuan Warga Tebingtinggi Mengungsi akibat Banjir


Di Aceh, enam desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, diterjang banjir bandang akibat curah hujan melampaui ambang batas normal di wilayah tersebut. Ribuan warga di enam desa itu kini dievakuasi.

Ketua SAR Aceh Tamiang Syaful Syahputra mengatakan, desa yang terkena musibah tersebut adalah Bandar Khalifah, Rongoh, Dusun Lubuk, Kampung Tempel, Alur Tani, Perkebunan. ”SAR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengevakuasi warga agar tidak ada korban,”katanya.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengatakan bahwa Aceh Utara kini dalam status darurat banjir setelah bencana tersebut meluas di berbagai daerah. ” Dari 27 kecamatan, 19 tergenang air. Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal ini akan menjadi prioritas kita,” katanya.

Sebelumnya banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas. Banjir juga menerjang Yogyakarta, Semarang, Purworejo, Magelang, Wonosobo, dan Wonogiri. Ribuan orang terpaksa mengungsi.


Editor : Zen Teguh