Sindikat Penipuan Ventilator Internasional Ditangkap, Otak Pelaku WN Nigeria

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 07 September 2020 - 16:16 WIB
Sindikat Penipuan Ventilator Internasional Ditangkap, Otak Pelaku WN Nigeria

Uang hasil penipuan ventilator (Foto: iNews/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri mengungkap sindikat penipuan internasional jaringan Indonesia-Nigeria. Otak pelaku merupakan warga negara (WN) Nigeria berinisial DM masih buron.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan tiga warga negara Indonesia (WNI) juga ditangkap. Sindikat itu berhasil menipu perusahaan asal Italia Althea Italy S.p.a dan China, Shenzhen Mindary Bio Medical Elektronics Co. Ltd yang tengah melakukan pembelian alat kesehatan berupa ventilator Covid-19.

"Para pelaku kita tangkap di tiga tempat yaitu di Jakarta, di Padang dan kemudian di Bogor,” kata Sigit di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Total kerugian sekitar Rp56,8 miliar dari aksi penipuan itu. Sigit memaparkan, ketiga pelaku yakni SB berperan menjadi Direktur Shenzen Mindary Bio Medical Electronics Co. Ltd, lalu membuat perusahaan fiktif dan membuka rekening penampung hasil kejahatan.

Lalu, R alias J berperan sebagai Komisaris Shenzhen Mindary Bio Medical Electronics Co.Ltd. R juga membuat rekening atas nama Shenzhen yang domisilinya ditulis di Cilegon, Banten.

Lalu TP, berperan membuat pengajuan pembukaan blokir rekening Shenzhen Mindary Bio Medical Electronics Co, Ltd sekaligus membuat kelengkapan administrasi palsu untuk upaya membuka blokir rekening Shenzhen.

“Para pelaku kita tangkap di tiga tempat yaitu di Jakarta, di Padang dan kemudian di Bogor,” kata Sigit.

Kejadian ini terjadi kurun waktu antara bulan Maret hingga Mei 2020. Kasus bermula dari kecurigaan bank swasta terhadap transaksi mencurigakan.

Ketiganya dijarat dengan pasal 378 KUHP atau pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU No 3/2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 Ayat (1) tentang ITE jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP dan pasal 3 dan atau pasa 4 dan atau pasal 5 dan atau pasal 6 dan atau pasa 10 UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq